tak tau kenapa berat hati ini
mengulang perjalaan ini jadi semakin sepi
bayangan yg dulunya indah menjadi lautan sampah
hadirku tak berarti lagi buatmu
sudahlah aq ngantuk mana bantalnya
aq mau tidur dulu
jiwaq terasa hampa tanpa dirinya
tapi q kan coba tidur cari pengantimu
karena di dunia tak ada yg sepertimu
yg selalu membuat indah kehidupanku
dengan sayatan-sayatan kecil
terasa hampa
sayang
hari ini ku menangis lagi
tapi ku menangis karena telah kudengar
satu detak jantung pengisi hati
kau mengucap aku selalu ada di setiap gerak pikirmu
dan selalu muncul tanpa kau ingat dahulu
sayang….aku ingin kau tetap begitu
tetap mengingatku dan tetap menyimpanku dalam hati kecilmu
dan merumahkan cintaku paling pertama di hatimu
berselimut cintamu yang akan membuat hidupku menjadi biru
sebiru langit yang indah di ujung pandangku
kau berubah tapi kamu tak tahu karena apa
kau bilang kangen juga tak tahu karena apa
kau bilang sayang tak tau juga karena apa
ku jawab dengan rasa gembiraku kamu sedang jatuh cinta
karena cinta adalah suatu keindahan tanpa paksa
butakanmu
mata kian tajam melihat apa yg tak seharusnya terlihat olehnya,hati yang seakan tak tersentuh akhirnya terdiam malu kala bisikanya menari sahdu dengan syair -syair yg tak lagi seirama dengan jiwa,takkan kau dapatkan kasih darinya jika matamu terbutakan olehnya,,,,hampa dan sesallah yang kau rasakan akhirnya
hayalku
Pejamkan mata…
biarkan sadarku melayang
meyusuri dunia dibatas angan..
melangkah di dunia hayal
bertaburkan kisah dimasa lalu
Terpendam jauh di dasar kalbu
pancarkan harap yang telah menguap..
tak jangang meratapi kisah yang musnah
di telapak yang tak mungkin menggenggam.
menyusuri dunia yang hilang
dirindu namun takkan dijumpa
memijarkan impian yang tertelan kabut
dinanti namun takkan tiba..
menjerit dalam tidur berhias gelisah
bahkan bertahtahkan airmata pilu
jadi teater di dalam mimpi..
meski pemerannya aku sendiri..
menunggumu
Aku mulai merasa sendiri
Entah mengapa sepi seakan mencekik otak dan hati
hasrat itu kembali menggetarkan sanubari
Keringat dingin menyelimuti tubuh ini
Aku tertegun dalam diam
Kupandangi rona jingga di ufuk senja
Menengadah dalam kegelisahan
Kegeliasahan untuk menuntaskan sebuah rindu
Rasa rindu yang terus kupendam dalam diri
Menjemput impian Putri malam
Putri jelita di negeri awan
Suatu saat waktu akan menemukan kita
Saat itu saat yang kutunggu
Melepaskan rasa rindu yang menderu
Waktu akan segera tiba, saat aku meninggalkan ragaku
sajak kematian
Ketika kau senandungkan lagu kematian
Langit sukma menghening
Wangi cendana telah mengarakku ke negeri kabut
Bersama taburan bunga aku menengadah
meraih doa-doa yang kurenda dimasa silam
Dan diam-diam auranya kusematkan di dadaku
kehidupan setelah aku
Saat aku berjalan dalam malam yang temaram
Saat itu pula hatiku kembali tergetarkan
Bergetar dan terasa diusik oleh pengusik
Seperti hantu yang siap membunuhku
Seperti gempa bumi yang dahsyat menggetarkan hatiku
Meretakkan, menghancurkan dan meluluhlantakkan keutuhan pikiran
Melemahkan otot-otot dan semua persendianku
Dan seperti tulang yang menghilang dari tubuhku
Pemandangan itu sangat mengerikan
Berjuta-juta wanita putih bersayap memanggil namaku
Seperti malaikat yang siap mencabut nyawa dari ragaku
Dan pergi meninggalkan tubuh menjadi gentayangan
Kini matahari telah muncul di peraduannya
Dan ajal menantiku datang ke tempatnya
Memberikan nuansa yang seolah-olah berkata
tentukan sebuah pilihan
Dan menentukan jalan kehidupan
Yang baru untuk melupakan masa lalu.
kepada batu nisan
Ketika aku masih muda; kala bebas berpikir dan berkhayal. Aku bermimpi ingin mengubah dunia. Seiring dengan bertambahnya usia & kearifanku, telah kudapati dunia tidak kunjung berubah, maka cita-cita itu pun kupersempit. Lalu kuputuskan untuk mengubah negeriku, dan… hasrat itu pun tiada hasilnya.
Ketika usiaku semakin senja, dengan semangat yang tersisa kuputuskan untuk hanya mengubah keluargaku; orang-orang yang paling dekat denganku, tetapi sungguh sayang merekapun sulit untuk berubah.
Dan kini…, sementara aku berbaring saat ajal menjelang, tiba-tiba kusadari: “Andaikan yang pertama kuubah adalah diriku sendiri, maka dengan mengubah diriku sebagai panutan, mungkin aku bisa mengubah keluargaku, lalu berkat inspirasi & dorongan mereka, bisa jadi aku pun mampu memperbaiki negeriku, dan… siapa tahu aku akan bisa mengubah dunia”
kerinduan malam
Demi malam ketika rasa sepi memagut resah bintang pada bulan
Biarkan lelaki ini terus memanggil manggil di kejauhan langit
Menatap kosong penuh peluh dengan hembus nafas tersesak
Dan menggigil dingin tersapu angin bersahutan dalam rintik hujan
Baru beberapa saat rasanya senja tak kian berpamitan
Fajar tak juga membawa embun pada belaian pagi
Dan baru saja kemaren dekapan terasa hangat
Menyentuh pucuk – pucuk asmara
Merengkuhku dalam genggaman cintamu
Semakin hari pun sendu mengikis waktu di perasingan langkah
Merantai tangan dengan duri keindahan mawar yang tak terjamah
Lalu memenjarakan jiwa dalam gelora kerinduan yang bersenandung
Aku lelah mencumbui kerinduan ini, sayank…
Seringnya aku lewatkan lelap mengurai benang harap
Agar engkau lekas kembali saat aku terjaga
Namun ….
Aku hanya punya bekal mimpi semalam darimu
Untuk aku slalu simpan di perjalanan siang hingga petangku
Dalam penantianmu, sayank…
merindukanmu
kerinduan ini rasanya mencekik jiwa
aku lelah mencumbui perihnya kerinduan
bertemankan malam bertemankan rembulan
ingin kutelan waktu
agar aku bisa segera membelai wajahmu
membiarkanmu bersandar di bahuku
berbagi kegelisahan dan keresahan
mengurai beban yang menggantung
merasai detak jantungmu
ingin kubisikkan pelan ke telingamu
puisi indah tentang kehidupan
kebahagiaan yang ingin kita rengkuh
tentang cita-cita dan harapan
tentang indahnya salju keabadian
tentang hangatnya mentari yang merekah
oh cyang q
betapa aku tak bisa berhenti mencintaimu